Feature News

Tampilkan postingan dengan label Info Persib. Tampilkan semua postingan

Persib vs Arema, Barometer Laga 'El Klasiko' Indonesia



Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan, memastikan izin pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema Malang telah ada. “Izin sudah keluar,” ucap Iriawan disela-sela pemantauan sejumlah TPS di Kota Bandung.

Menurutnya, pihak kepolisian bisa memberikan izin terhadap pertandingan tersebut lantaran tidak ada permasalahan di antara keduanya. ”Lawan Arema itu tidak terlalu berat (pengamanan). Beda seperti lawan Persija,” katanya.

Untuk itu, nantinya pertandingan yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung ini akan menjadi tolak ukur pihak kepolisian sebagai salah satu penentu izin pertandingan Persib melawan Persija.

“Besok (pertandingan) akan kita evaluasi dulu. Kalau kondusif nanti kita lanjutkan (izin pertandingan selanjutnya),” jelasnya.

Seperti diketahui, laga El Klasiko Indonesia, antara Persib Bandung menjamu tamunya Persija Jakarta hingga kini masih ditunda. Penundaan pertandingan akbar itu lantaran kedua belah pihak masih memanas dan jika diteruskan maka akan berisiko.

Untuk itu, pada Jumat ini Polda Jabar dan Polda Metro Jaya rencananya akan mempertemukan antara pendukung kedua tim di Bogor untuk membahas mengenai perdamaian.
(fir) source : okezone
Learn more »

Pelatih Persib Sambut Gembira Ujicoba Lawan Gamba Osaka



Persib Bandung
Persib Bandung (sumber: ANTARA FOTO)
Bandung - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman menyambut baik rencana uji coba menghadapi tim elit asal Jepang, Gamba Osaka yang rencananya akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Juni mendatang.
Persib sendiri sebelumnya pernah menghadapi tim dari luar negeri di Stadion Si Jalak Harupat, seperti menghadapi Central Coast Mariners (CCM), DC United dan Raj Pracha.
"Kalau pertandingan tersebut jadi sangat bagus dan kalau waktunya ada. Senang bisa uji coba dengan klub sekelas Gamba Osaka," ujar Djadjang di mes Persib.
Selain Djadjang, Manajer tim Umuh Muchtar juga menyambut baik laga persahabatan dengan tim papan atas J League tersebut.
Umuh mengatakan, Gamba Osaka sangat serius untuk bertanding menghadapi Persib. Hal itu dinilai dari kedatangan mereka meninjau Si Jalak Harupat, Selasa (08/4) lalu.
"Itu sangat bagus, Gamba Osaka kan klub elit karena itu mereka juga datang dulu ke sini melihat layak atau tidaknya lapangan," ucapnya

Penulis: /CAH

Sumber:Persib

Learn more »

PERSIB vs AREMA ISL 2014

Saat ini, Arema Cronus dan Persib Bandung dipandang sebagai kekuatan papan atas di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Namun, pertemuan pertama kedua tim di kompetisi Liga Indonesia (Ligina) baru terjadi pada 2002. Maklum, sebelumnya Arema berkompetisi di Galatama, sedangkan Persib mengikuti kompetisi Perserikatan.

Ketika terjadi peleburan kompetisi antara Galatama dan Perserikatan pada 1994, kedua tim kerap dipisah wilayahnya oleh pengelola kompetisi. Merunut lebih ke belakang, Arema dan Persib sebenarnya sudah pernah bertemu. Tepatnya di turnamen pramusim yang digelar oleh PSSI yang disebut Piala Utama.

Hajatan yang digelar pada awal 1990-an itu merupakan turnamen yang mempertemukan peringkat 1-4 kompetisi Galatama dan Perserikatan.  Pada saat itu, Arema kalah telak 3-0 dari Persib, 13 September 1990. Kemudian, keduanya kembali bertemu di babak semi-final ajang yang sama, 30 Oktober 1992.

Namun lagi-lagi tim Singo Edan takluk dari Maung Bandung, kali ini dengan skor 3-1. Arema sebenarnya sempat unggul melalui gol yang dilesakkan Maryanto pada menit ke-51. Namun Persib berhasil membalikkan keadaan lewat gol yang dicetak Kekey Zakaria (61) dan Sutiono (64 dan 80). Hasil itu membawa Persib lolos ke partai final. Sayang, di laga puncak Persib harus mengakui keunggulan Pelita Jaya, yang akhirnya menjadi juara.

Sementara itu, pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Indonesia Super League 2012/13. Ya, pada musim lalu Arema dan Persib saling mengalahkan. Persib mampu menang atas Arema di Stadion Si Jalak Harupat, skor 1-0, lewat gol Sergio Van Dijk. Tapi di pertemuan berikutnya, giliran Arema yang mengalahkan Persib di Stadion Kanjuruhan, 1-0, melalui gol Cristian Gonzales.

Secara keseluruhan, dari laga yang dihitung sejak era Liga Indonesia dan Piala Indonesia, Arema dan Persib sudah bentrok 20 kali. Hasilnya, Persib unggul tipis dengan menuai kemenangan sembilan kali, sedangkan Arema menang delapan kali, dan dalam tiga laga kedua tim bermain imbang.

"Statistik tidak akan menjadi patokan, karena jika dibandingkan kekuatan setiap tahun pasti berbeda. Kami tidak mempersiapkan diri untuk kalah," tegas Suharno, pelatih Arema mengomentari head to head itu. (gk-48)

Event Tanggal Laga Hasil
Ligina 2002 14 Februari 2002 Persib vs Arema 2-1
Ligina 2002 18 April 2002 Arema vs Persib 1-0
Ligina 2003 5 Maret 2003 Arema vs Persib 1-0
Ligina 2003 3 Agustus 2003 Persib vs Arema 1-1
Ligina 2005 17 Mei 2005 Persib vs Arema 2-0
Ligina 2005 1 September 2005 Arema vs Persib 1-0
Ligina 2006 11 Februari 2006 Persib vs Arema 1-0
Ligina 2006 28/29 Mei 2006 Arema vs Persib 3-1
ISL 2008-2009 2 November 2008 Persib vs Arema 2-1
ISL 2008-2009 9 Mei 2009 Arema vs Persib 0-2
ISL 2009-2010 19 Desember 2009 Arema vs Persib 0-0
ISL 2009-2010 14 Maret 2010 Persib vs Arema 1-0
Piala Indonesia 2010 18 Juli 2010 Arema vs Persib 3-0
Piala Indonesia 2010 22 Juli 2010 Persib vs Arema 2-0
ISL 2010-2011 23 Januari 2011 Persib vs Arema 1-1
ISL 2010-2011 1 April 2011 Arema vs Persib 2-0
ISL 2011-2012 15 Maret 2012 Persib vs Arema 2-0
ISL 2011-2012 25 April 2012 Arema vs Persib 2-1
ISL 2012-2013 20 April 2013 Persib vs Arema 1-0
ISL 2012-2013 31 Mei 2013 Arema vs Persib 1-0

Learn more »

JADWAL PERTANDINGAN PERSIB ISL 2014

05/Feb/2014 ISL 2014 PERSIB 2 - 1 PERSITA
09/Feb/2014 ISL 2014 PERSIJAP 1 -  1 PERSIB
12/Feb/2014 ISL 2014 PERSIK 0 - 3 PERSIB
16/Feb/2014 ISL 2014 PERSIB 1 - 2 SEMEN PADANG
09/Mar/2014 ISL 2014 BARITO PUTERA 0 - 2 PERSIB
13/Apr/2014 ISL 2014 PERSIB - AREMA 
20/Apr/2014 ISL 2014 GRESIK UNITED - PERSIB
27/Apr/2014 ISL 2014 PELITA BANDUNG RAYA - PERSIB
08/May/2014 ISL 2014 PERSIB - PERSIJA
20/May/2014 ISL 2014 PERSIB - PELITA BANDUNG RAYA
25/May/2014 ISL 2014 AREMA - PERSIB
29/May/2014 ISL 2014 PERSIB - GRESIK UNITED
Learn more »

BERITA PERSIB ONLINE

Menyajikan Informasi terkini dari sumber terpercaya , silakan Klik BERITA PERSIB ONLINE

Untuk melihat produk / perlengkapan bobotoh silakan cek di ALBUM KOLEKSI BOBOTOH


Learn more »

VIDEO PERSIB



VIDEO PERSIB silakan buka di  SIMAMAUNG
Learn more »

PUNGGAWA PERSIB 2014

Shahar Ginanjar

Nama Shahar Ginanjar
Tempat Tanggal Lahir Purwakarta, Minggu, 04 November 1990
Tinggi/Berat Badan 186 cm/70 kg  
Posisi Penjaga Gawang  Nomer Punggung 12  
Klub Sebelumnya Pelita Bandung Raya Bergabung ke PERSIB 2012
 
 






Made Wirawan


Nama Made Wirawan
Tempat Tanggal Lahir Gianyar, Selasa, 01 Desember 1981
Tinggi/Berat Badan 177 cm/77 kg  
Posisi Penjaga Gawang  
Nomer Punggung 78
Klub Sebelumnya Persiba Balikpapan
Bergabung ke PERSIB 2012


 

 

M. Natshir Fadhil Mahbuby

Musim lalu, ia membela Arema Indonesia. Meski tak pernah tampil sekalipun, Djadjang Nurdjaman tetap berkeinginan memulangkan kiper jebolan SSB UNI Bandung ini

 Nama M. Natshir Fadhil Mahbuby
 Tempat Tanggal Lahir Jakarta, Sabtu, 13 Februari 1993
  Posisi Penjaga Gawang Nomer Punggung 1
 Klub Sebelumnya Arema Indonesia
 Bergabung ke PERSIB 2013-11-02


 

 


Supardi Nasir

Supardi Nasir (29), termasuk pemain yang sudah memperkuat banyak klub di Tanah Air. Beberapa klub besar yang pernah dibelanya antara lain PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Sriwijaya FC Palembang. Pada Liga Super Indonesia (LSI) 2013, Supardi akhirnya berlabuh di PERSIB Bandung. Bagi pemain kelahiran Bangka, 9 April 1983 ini, PERSIB ternyata merupakan klub yang sudah dirindukannya sejak lama. "Sudah lama saya ingin membela PERSIB. Tapi, baru kali ini saya bisa bergabung dengan PERSIB. Tentu saja saya sangat senang," katanya. Seperti kebanyakan pemain lainnya, alasan Supardi ingin bergabung dengan PERSIB adalah nama besar PERSIB dan fanatisme bobotoh. "Saya ingin juara bersama PERSIB," katanya menambahkan. Oleh Pelatih Djadjang Nurdjaman, Supardi diproyeksikan mengisi pos di sektor pertahanan sebelah kanan. Penetrasi dan kecepatannya di sisi lapangan diharapkan bisa memperkokoh pertahanan dan membantu penyerangan PERSIB di LSI 2013 mendatang


Nama Supardi Nasir  
Tempat Tanggal Lahir Bangka, Sabtu, 09 April 1983  
Tinggi/Berat Badan 173 cm/66 kg  
Posisi Pemain Bertahan (Bek Kanan) Nomer Punggung 22
 Klub Sebelumnya Sriwijaya FC Bergabung ke PERSIB Persib


 

 

M. Agung Pribadi

Ketika sejumlah pemain muda seperti Dias Angga Putra, Rendi Saputra, Munadi, Wildansyah, dan Budiawan memutuskan meninggalkan PERSIB dengan dalih mencari pengalaman dan jam terbang, Muhammad Agung Pribadi (23), memilih bertahan. Keputusan Agung diambil atas nama kecintaannya terhadap PERSIB dan Kota Bandung. "Tidak ada yang lebih membanggakan selain berkostum PERSIB. Saya mencintai PERSIB dan kota ini," kata pemain jebolan PERSIB U-21 ini. Seperti dalam dua musim terakhir, untuk sekedar bisa bermain, Agung harus berjuang sekuat tenaga. Sebab, di posisi yang biasa ditempatinya, baik stopper maupun gelandang bertahan, skuad utama Djadjang Nurdjaman sudah diisi pemain-pemain matang seperti Hariono, Asri Akbar, Maman Abdurahman, Abanda Herman, dan Aang Suparman. Tapi, Agung percaya dengan penilaian dan skenario pelatih. Makanya, ketika Djadjang memproyeksikannya menjadi bek kanan, Agung dengan tekun menjalaninya. "Awalnya memang agak kagok," ujarnya. Agung bertekad pada musim ini bisa masuk dalam tim inti yang bisa dimainkan penuh.

Nama M. Agung Pribadi  
Tempat Tanggal Lahir Bandung, Minggu, 23 Juli 1989
 Tinggi/Berat Badan 172 cm/70 kg  
Posisi Pemain Bertahan (Bek Tengah) Nomer Punggung 13  
Klub Sebelumnya Persib U-21 Bergabung ke PERSIB 2010


 

 


Tony Sucipto

Kendati karier profesionalnya diawali dari klub Persijatim Solo FC pada Liga Indonesia (LI) X/2004, potensi besar yang terpendam di dalam diri Tony Sucipto (25) baru tercium oleh pelatih Rahmad Darmawan saat klub itu sudah berpindah "home base" ke Palembang dan mengubah namanya menjadi Sriwijaya FC. Di tangan RD --sapaan akrab Rahmad Darmawan-- anak Surabaya kelahiran 12 Februari 1986 ini menjelma menjadi seorang gelandang bertahan yang mumpuni. Ia juga bisa dioperasikan di lini pertahanan dengan kualitas penampilan sama baik dengan posisi aslinya. Setelah kali mempersembahkan trofi Copa Indonesia untuk "Laskar Wong Kito", Tony mengikuti jejak RD ke Persija Jakarta pada Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011. Sebelumnya, penampilan menawan Tony bersama Sriwijaya FC sempat tercium oleh pelatih tim nasional, Alfred Riedl. Maka pada saat timnas senior beruji tanding dengan semifinalis Piala Dunia 2010, Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 8 Oktober 2010, Tony mengawali debut internasionalnya. Timnas memang dihajar Uruguay 1-7, tetapi Tony tetap menjadi langganan "Merah-Putih" hingga saat ini. Berbekal rekor 71 penampilan dan 2 gol di LSI, plus status sebagai pemain nasional, Tony memutuskan hijrah ke PERSIB menjelang musim 2011-2012. Kepindahan Tony ke PERSIB pun atas rekomendasi RD, pelatih yang paling berjasa dalam kariernya. Seperti ketika berada di Palembang, Tony pun ingin membantu mempersembahkan trofi juara buat PERSIB. "Bersama pemain lainnya, saya harus bekerja keras menunjukkan kemampuan terbaik agar PERSIB bisa mempersembahkan prestasi tertinggi," kata pemain yang terpaksa mengalah kepada Abanda Herman dalam urusan nomor punggung favoritnya yaitu 6. Di PERSIB, Tony mengenakan nomor punggung 16



Nama Tony Sucipto  
Tempat Tanggal Lahir Surabaya, Rabu, 12 Februari 1986  
Tinggi/Berat Badan 168 cm/68 kg Posisi Pemain Bertahan (Bek Kiri) Nomer Punggung 16 Klub Sebelumnya Persija Jakarta Bergabung ke PERSIB 2011


 

 


Abdul Rahman

Namanya mulai bersinar ketika masuk skuad Timnas U-23 di SEA Games 2011. Sayang Garuda Muda yang dibelanya kalah adu penalti saat final. Penampilan apik pemain yang pernah mengenyam Diklat Ragunan ini membuat beberapa klub besar tertarik padanya. Abdul Rahman kemudian bergabung dengan Semen Padang dan mengantarkan klub tersebut menjadi juara Indonesian Premier League 2011. Ia singgah di Sriwijaya FC sebelum akhirnya bergabung bersama Maung Bandung. Karir Klub 2003 Diklat Sudiang, Makassar (2003) 2004-2005 Diklat Ragunan (2004-2005) 2005-2009 Persita 2010-2011 Pelita Jaya 2011-2012 Semen Padang 2012-2013 Sriwijaya FC 

 Nama Abdul Rahman
 Tempat Tanggal Lahir Makassar, Sabtu, 14 Mei 1988
 Tinggi/Berat Badan 188 cm/84 kg
 Posisi Pemain Bertahan (Bek Tengah) Nomer Punggung 28
 Klub Sebelumnya Sriwijaya FC Bergabung ke PERSIB 2013-11-21


Hariono

Hariono (27) adalah pemain asal Sidoarjo yang dibesarkan Deltras Sidoarjo. Tapi, loyalitas, totalitas dan kecintaannya terhadap PERSIB Bandung tak perlu diragukan lagi. Bobotoh dan pemerhati sepak bola Bandung pun sudah mengakuinya. Loyalitas dan totalitas Hariono dalam empat musim berbaju PERSIB menjadi bukti yang diberikan pemain kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985 ini. Sejak diboyong Jaya Hartono ke Bandung, Liga Super Indonesia (LSI) 2013 adalah musim kelimanya membela tim kebanggaan bobotoh ini. Soal betahnya tinggal di Bandung, Hariono selalu menjawabnya dengan senyum dan sebatas anggukan kepala. Maklum, semua orang tahu, meski tergolong garang di lapangan, Hariono adalah sosok pemain yang tidak banyak bicara di luar lapangan, termasuk kepada media. Satu hal yang pasti, bersama PERSIB, Hariono merindukan prestasi terbaik. Seperti halnya bobotoh dan para pemain PERSIB lainnya, Hariono pun sangat mengharapkan tim yang dibelanya bisa segera mengakhiri paceklik gelar juara di kompetisi tertinggi

Nama Hariono
Tempat Tanggal Lahir
Sidoarjo, Rabu, 02 Oktober 1985
Tinggi/Berat Badan 170 cm/63 kg Posisi
Pemain Tengah (Gelandang Bertahan) Nomer Punggung 24 Klub Sebelumnya Deltras Sidoarjo Bergabung ke PERSIB 2008







Atep

Setelah empat musim berkostum PERSIB Bandung, Atep (27) mendapatkan sebuah penghargaan dari manajemen klub. Pada musim kelimanya, ia mendapatkan kontrak dua tahun dari PERSIB. Atep menjadi satu dari tiga pemain PERSIB yang dikontrak dua tahun pada musim ini. Dua nama lainnya adalah Jajang Sukmara dan Tony Sucipto. Meski posisinya aman, setidaknya dalam dua musim ke depan, Atep mengaku adrenalinnya terpacu oleh kontrak dua tahun tersebut. "Ini penghargaan buat saya. Untuk membayarnya dengan performa dan penampilan terbaik," kata gelandang asal Cianjur ini. Terlepas dari kontrak dua tahun yang dianggapnya sebagai bentuk penghargaan, Atep memang harus memacu dirinya. Kehadiran gelandang tim nasional dan papan atas lainnya macam Firman Utina, Asri Akbar, Muhammad Ridwan dan juga pemain Kamerun, Mbida Messi, membuatnya harus bekerja keras mengamankan posisinya. Kandidat kapten memang disandangnya. Tapi, ia harus tetap memperbaiki kontribusinya. 

 Nama Atep
Tempat Tanggal Lahir
Cianjur, Rabu, 05 Juni 1985
Tinggi/Berat Badan
168 cm/65 kg Posisi Pemain Tengah Nomer Punggung 7
Klub Sebelumnya Persija Bergabung ke PERSIB 2008







Jajang Sukmara

Memasuki musim keduanya bersama PERSIB Bandung, Jajang Sukmara (24) mempunyai tantangan baru. Jika pada musim pertamanya ia harus menjawab keraguan publik atas kapasitasnya sebagai pemain yang baru meninggalkan tim junior, kali ini Jajang dituntut membuktikan kontribusi positifnya buat tim kebanggaan bobotoh ini. Apalagi, manajemen klub sudah memberikan kepercayaan dengan mengontraknya selama dua musim. "Buat saya, kontrak dua tahun adalah sebuah tantangan. Saya harus menjawab kepercayaan itu dengan menunjukkan kontribusi terbaik buat PERSIB," kata pemain jebolan Saint Prima kelahiran 18 November 1988 ini. Sebenarnya, kontribusi Jajang pada Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012 cukup bagus. Sebagai bek kiri, sumbangan tiga golnya sepanjang musim, tergolong sebuah kontribusi positif. Tapi, Jajang tampaknya belum puas dan bertekad menunjukan performa yang lebih baik. Apalagi, saat ini ia menyandang status sebagai pemain nasional

Nama Jajang Sukmara
Tempat Tanggal Lahir
Bandung, Jumat, 18 November 1988 Tinggi/Berat Badan 170 cm/66 kg Posisi Pemain Tengah (Gelandang Kiri) Nomer Punggung 18
Klub Sebelumnya Madiun Putra Bergabung ke PERSIB 2011





Muhammad Ridwan

Salah satu tujuan Pelatih Djadjang Nurdjaman mendatangkan Muhammad Ridwan adalah untuk mempertajam daya dobrak pasukannya, terutama dari sisi sayap kanan. Sebab, pemain kelahiran Semarang, 8 Juli 1980 ini bisa berperan sebagai pengumpan dan juga pencetak gol. Pertimbangan Djadjang lainnya adalah karena Ridwan bisa ditempatkan di beberapa posisi sesuai skema permainan yang akan diterapkannya. Selain sayap kanan, mantan pemain PSIS Semarang, Pelita Jaya Karawang dan Sriwijaya FC ini bisa bermain sebagai bek kanan hingga penyerang, seperti yang diperankannya di tim nasional. Soal proyeksi Djadjang, Ridwan mengaku siap menjalankannya. Hanya saja, katanya, ia membutuhkan proses adaptasi dengan tim barunya ini. "Tapi, tidak perlu khawatir. Sebab, sepak bola adalah permainan kolektif," katanya. Di PERSIB, Ridwan ternyata punya rasa kepenasaranan. "Tiap tahun, PERSIB punya materi pemain bagus. Tapi kenapa minim prestasi. Nah, saya ingin buktikan kalau PERSIB bisa juara," katanya


Nama Muhammad Ridwan
Tempat Tanggal Lahir Semarang, Selasa, 08 Juli 1980
Tinggi/Berat Badan 173 cm/66 kg Posisi Pemain Tengah (Gelandang Kanan) Nomer Punggung 23
Klub Sebelumnya
Sriwijaya FC Bergabung ke PERSIB 2012





Firman Utina

Seperti kebanyakan pemain lainnya, Firman Utina (30) ternyata juga punya cita-cita menjadi pemain PERSIB Bandung. Karena itu, ia merasa senang ketika Pelatih Djadjang Nurdjaman meminangnya menjelang Liga Super Indonesia (LSI) 2012/2013. "Bergabung dengan tim besar adalah cita-cita setiap pemain. Karena PERSIB tim besar, ketika tawaran datang, ya saya harus menerimanya," kata gelandang tim nasional kelahiran 15 Desember 1981 ini. Memiliki daya jelajah tinggi, olah bola mumpuni, visi bermain baik yang didukung jiwa kepemimpinan, Djadjang memproyeksikan Firman menjadi sosok sentral di lini tengah PERSIB. Pemain yang sudah berkelana ke sujumlah klub dari mulai Persita Tangerang, Arema Malang, Pelita Jaya, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC Palembang ini diharapkan bisa penyeimbang dan motor permainan PERSIB pada LSI 2013. Tentang proyeksi Djadjang, Firman yang bertekad mempersembahkan prestasi terbaik untuk PERSIB, malah memilih merendah. Menurutnya, melihat komposisi pemain PERSIB, kolektivitas permainan lebih bisa diandalkan ketimbangkan mengandalkan dirinya sendiri. "PERSIB punya pemain bagus, termasuk pemain muda seperti Atep. Saya yakin, kalau kolektivitas terjalin baik, PERSIB bisa (meraih prestasi)," ujar pemain yang identik dengan nomor punggung 15 ini


Nama Firman Utina
Tempat Tanggal Lahir
Manado, Selasa, 15 Desember 1981
Tinggi/Berat Badan
165 cm/70 kg Posisi Pemain Tengah (Gelandang Bertahan)
Nomer Punggung
15
Klub Sebelumnya Sriwijaya FC Bergabung ke PERSIB 2012





Muhammad Taufiq

Taufiq selama ini dikenal sebagai salah satu icon dari Persebaya 1927. Dualisme Persebaya yang tak kunjung henti membuat ia bersedia menerima pinangan PERSIB. Demi sepak bola, M. Taufiq memutuskan hijrah ke Surabaya yang dikenal rajin melahirkan pemain-pemain Timnas Indonesia. Taufiq kemudian ditampung Assyabaab Surabaya. Sebuah klub anggota Pengcab PSSI Surabaya yang kala itu ditukangi pelatih Timnas sekarang, Jacksen F Thiago. Pertemuannya dengan Jacksen itu lah titik awal perjalanan karir gelandang yang tercatat sebagai pemain pertama Tarakan di Timnas Indonesia. Karir Klub: 2005–2006 Persebaya Surabaya 2007–2008 PSIM Yogyakarta 2008–2010 Persebaya Surabaya 2010–2013 Persebaya 1927


Nama Muhammad Taufiq
Tempat Tanggal Lahir Tarakan, Sabtu, 29 November 1986
Tinggi/Berat Badan
164 cm/58 kg Posisi Pemain Tengah (Gelandang Tengah)
Nomer Punggung
8
Klub Sebelumnya Persebaya 1927 Bergabung ke PERSIB 2013-11-26





Sigit Hermawan

Posisi asli Sigit Hermawan (22) adalah seorang striker. Tapi, Pelatih Djadjang Nurdjaman melihat ada potensi lain di dalam diri pemain asal Sumedang kelahiran 25 Oktober 1990 ini. "Saya proyeksikan Sigit untuk bermain di sayap. Baik di kanan maupun kiri, Sigit punya kemampuan di posisi tersebut," kata pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut. Selain kemampuan, pertimbangan lain Djadjang adalah kesulitan Sigit untuk mendapatkan kesempatan bermain jika tetap sebagai striker. Sebab, di posisi itu, Djadjang sudah punya Herman Dzumafo Epandi, Kenji Adachihara dan Airlangga. Belum lagi jika Sergio Van Dijk jadi bergabung. Soal itu, Sigit tidak terlalu mempermasalahkannya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih. Hanya saja, Sigit punya target tersendiri di musim keduanya bersama PERSIB. "Musim lalu, saya hanya main tiga kali. Sekarang harus lebih dari itu," kata pemain jebolan PERSIB U-21 ini


Nama Sigit Hermawan
Tempat Tanggal Lahir
Sumedang, Kamis, 25 Oktober 1990
Tinggi/Berat Badan
170 cm/58 kg
Posisi
Pemain Depan (Striker) Nomer Punggung 69
Klub Sebelumnya
Persija Jakarta Bergabung ke PERSIB 2011




Ferdinand Alfred Sinaga

Tak mudah bagi Ferdinand untuk bergabung PERSIB, meski ia nota bene dibesarkan di Bandung. Ia harus mengembara dulu ke klub-klub lain. Pengembaraannya cukup sukses. Tak hanya masuk dalam daftar deretan mesin gol yang layak diperhitungkan di Indonesia, Ferdinand pun juga sempat mencicipi beberapa kali caps Timnas. Dualisme liga sepak bola di Indonesia malah menjadi karir emas bagi Ferdinand. Ia sukses mengantarkan Semen Padang merebut gelar juara Indonesian Premier League 2011 sekaligus merebut Sepatu Emas karena 16 golnya. Karir Klub: 2008 Pelita 2008 Persikab Kabupaten Bandung (Divisi Utama) 2009-2010 PPSM Magelang (Divisi Utama) 2010-2011 Persiwa Wamena 2011-2012 Semen Padang (IPL) 2012-2013 Persisam Samarinda 2013- Persib 

 

Nama Ferdinand Alfred Sinaga  
Tempat Tanggal Lahir Bengkulu, Minggu, 18 September 1988
Tinggi/Berat Badan
170 cm/65 kg
Posisi
Pemain Depan (Striker) Nomer Punggung 17
Klub Sebelumnya
Persisam Samarinda Bergabung ke PERSIB 2013-11-02




Djadjang Nurjaman

Djadjang Nurjaman merupakan salah seorang pemain sepak bola legendaris yang dimiliki Indonesia era '90 an. Kini ia menjabat sebagai pelatih kepala Persib. Nama Jajang memang tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Persib Bandung. Namanya termasuk dalam jajaran pelatih Persib saat menjuarai Liga Indonesia musim 1994-1995, yakni ketika menjabat asisten pelatih Indra Thohir. 
Nama Djadjang Nurjaman
Tempat Tanggal Lahir
Bandung, Sabtu, 30 Mei 1964
Posisi
Staff Pelatih
Klub Sebelumnya
Pelita Bergabung ke PERSIB 2012












 * Pemain Baru Bergabung : Djibril Colibaly ( Striker ), Makan Konate ( Midfielder ) , Ahmad Jufriyanto ( Center Back ) Vladimir Vujovic ( Center Back, Belum Resmi ) .








Learn more »

PERSIB 2014






1. Tantan

Kenapa Harus Tantan?
Banyak kalangan yang meragukan kemampuan pemain kelahiran Lembang, 6 Agustus 1982 ini bisa bersaing di lini depan Maung Bandung. Usia menjadi cemooh bagi pemain yang datang telat kembali ke pangkuan PERSIB ini.
Sebagai seorang striker haus gol, suami dari Lina Marlina ini sangat cocok untuk menggatikan peran Hilton Moreira, apalagi tipe permainannya terbilang ngotot dan tidak mudah menyerah. Tak salah Djanur, sapaan akrab Djadjang mendatangkan Tantan dari Sriwijaya FC.
Sembilan gol diciptakan Tantan untuk Laskar Wong Kito musim lalu. Masih belum lupa dalam ingatan, turnamen pra musim Inter Island Cup (IIC) 2012 pun ia bersama Sriwijaya FC menjadi kampiun. Tantan bisa mencetak gol di menit-menit krusial sehingga Persisam Samarinda harus gigit jari.
Garansi pemain yang juga dikenal lewat penampilannya yang tidak kenal lelah ialah saat dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam Piala Asia 2015. Tak tanggung-tanggung, ia menggantikan rekan barunya nanti di PERSIB, Sergio van Dijk yang absen membela Timnas karena cedera paha.
“Tantan merupakan pemain pekerja keras. Usianya memang tidak muda lagi, tetapi memiliki kecepatan dan skill mumpuni,” kata Kang Djanur.
Masihkah mantan pemain Persikab Kabupaten Bandung dianggap sebelah mata? Kita tunggu saja aksinya di lapangan hijau nanti.



2. Ahmad Jufrianto

Penyegaran di Lini Belakang
Pemain bertahan Ahmad Jufrianto barangkali baru meluas namanya saat mencetak gol ke gawang Kirgistan, Jumat (01/11) malam lalu. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi ‘Jupe’ bersama Timnas senior.
Tetapi, sebelumnya mantan pemain Persita Tangerang ini pernah dipercaya sebagai kapten Timnas U-21. Bahkan sebenarnya debut pemilik nama Ahmad Jufrianto Tohir dengan kostum merah putih terjadi pada Piala AFF U-20 tahun 2005 di Palembang saat Garuda Muda ditukangi pelatih asal Inggris, Peter White.
PERSIB pun kepincut pada pemain berusia 26 tahun ini. Melihat statistik dua musim bersama Sriwijaya FC, ayah dari Arka ini kerap mendapat posisi inti tim besutan Kas Hartadi. Tercatat, ia tampil selama 1.514 menit di musim pertamanya dan 2.324 menit pada musim berikutnya.
Bermain taktis tanpa kompromi, Jufrianto yang musim depan akan dipercaya di lini belakang tim Maung Bandung akan menjadi salah satu pemain dengan peran penting baik di pertahanan maupun lini tengah. Apalagi Maman Abdurahman dan Abanda Herman yang selama ini menjadi benteng pertahanan sudah hengkang.
Semoga Jufrianto membawa semangat baru di dalam PERSIB nantinya!
 

3. Ferdinand Sinaga

PERSIB Tambatan Hatinya
Dari rantauan kembali ke pangkuan. Itulah ungkapan yang tepat untuk pemilik nama lengkap Ferdinand Alfred Sinaga. Pria berdarah Batak ini mengungkapkan dirinya sudah menanti sekian tahun untuk bisa bergebung membela klub yang pernah dibelanya sewaktu masih remaja.
Berawal dari SSB Swasco, Ferdinand tercatat sebagai pemain PERSIB U-15, U-17 dan U-23. Sudah cukup jelas bahwa ia sudah membawa 'darah biru' sebagai identitas klub Maung Bandung. Tapi, ujian baginya adalah saat memasuki usia senior.
Tak mendapat tempat di PERSIB senior, ia pun berkelana ke Pelita Jaya U-21. Sempat memperkuat Persiwa Wamena, Ferdinand menyumbangkan 10 gol. Karirnya semakin cemerlang setelah memperkuat Semen Padang. Striker plontos ini mencetak 16 gol. Sedangkan di musim lalu saat berkostum Persisam Samarinda 10 gol sukses ia bukukan.
"Meski saya sudah kemana–mana tapi hati kecil saya tetap pulang ke PERSIB. Apalagi di sini banyak pemain yang berkualitas dan saya mau belajar dari mereka," ungkap pemain yang tinggal di Rancaekek ini.
Namun, menemukan tambatan hatinya di tim Kota Kembang ini tentu bukan perkara yang sudah selesai. Ferdinand akan bersaing dengan striker tajam lainnya seperti Sergio van Dijk, Djibril Coulibaly dan sesama pemain baru lainnya, Tantan.
"Justru dengan banyaknya penyerang berkualitas semakin bagus untuk tim sendiri. Karena kita bersaing, secara sehat tentunya," tegas pemain berusia 26 tahun itu

 

4. M Taufiq

Butuh Sinergi di Lini Tengah
Muhammad Taufiq akhirnya memilih PERSIB sebagai klub profesional keduanya setelah sewindu lebih bersama Persebaya Surabaya. Langganan Timnas Indonesia ini akan menjadi rekan bagi Firman Utina, Hariono dan Makan Konate untuk membuat lini tengah Maung Bandung semakin kuat.
Bagaimana Djanur menyikapi persaingan pemainnya di lini tengah nanti adalah suatu hal yang menarik. Maklum, pemain kelas satu bertabur di lini tengah Pangeran Biru nantinya.
Menurut Djadjang, Taufiq pemain berkualitas. "Ia bisa menjaga keseimbangan di lini tengah. Kami butuh pemain seperti itu," jelas Djadjang.
Sinergitas adalah kuncinya. Anggapan bahwa akan ada persaingan nampaknya harus dikesampingkan. Pasalnya, kedatangan pemain yang tergabung bersama Timnas Indonesia pada Februari 2009 ini diharapkan mampu memperkaya serangan PERSIB dan juga menjadi second opinion di kala para striker mendapat hambatan nantinya
 

5. M Natshir

Proyeksi Jangka Panjang
Tidak dipertahankannya Cecep Supriyatna dan mundurnya Rizky Bagja membuat posisi kiper ketiga PERSIB lowong. Beruntung, Arema Indonesia bersedia melepas M Natshir kembali ke PERSIB tanpa adanya hambatan.
Natshir sendiri terbilang mulus dan tak perlu menunggu lama kembali ke pangkuan PERSIB. Meskipun di Arema lalu ia tak mampu menembus skuat utama atau menjadi kiper ketiga pilihan Rahmad Darmawan. Kebutuhan PERSIB akan kiper ketiga membuatnya mudah melenggang ke Kota Kembang.
Berbeda dengan Tantan atau Ferdinand Sinaga, Natshir memang diproyeksikan untuk jangka panjang. Pemain yang akrab disapa Deden ini baru lah menapaki usia 20 tahun.
Selain itu, jebolan SSB UNI ini memiliki postur yang cukup ideal. Bukan tak mungkin suatu saat nanti posisinya akan menggantikan I Made Wirawan atau Shahar Ginanjar
 

6. Makan Konate

Gelandang Subur
Sepak terjang Makan Konate sebagai gelandang serang menarik perhatian pelatih PERSIB. Pemain yang memperkuat PSPS Pekanbaru dan menanjak tajam saat membawa Barito Putra yang notabene tim promosi mampu bertahan di ISL musim lalu.
Sebagai gelandang, Konate boleh dibilang subur. Masing-masing 6 gol ia ciptakan saat berkostum PSPS dan Barito. Hal itu yang membuat Djanur serius meminang pemain asal Mali ini. Pemain yang baru saja memasuki usia 22 tahun ini diharapkan kelihaiannya menyuplai bola ke barisan penyerang PERSIB nanti.
Ya, Djanur menilai perlu seorang pemain bertipikal lincah dan manuvernya membuat tim lawan kelimpungan. Di musim lalu, apa yang diharapkan Djanur pada Mbida Messi agaknya kurang terwujud. Karena itu, Konate diharapkan mampu menyempurnakan pola serang Maung Bandung dari lini tengah
 

7. Djibril Coulibaly

Penambah Daya Gedor
Kompatriot Makan Konate ini lebih dulu dimininati dibanding para pemain baru lainnya. Bagimana tidak, eks striker timnas Mali U-17 itu punya peran yang sangat besar untuk Barito Putra di musim lalu.
Sampai-sampai pelatih Barito, Salahudin enggan melepas sang pemain. "Tidak bisa dipungkiri, Djibril sangat penting perannya di Barito. Saya akan mempertahankan dia," kata Salahudin.
Tetapi, pemain yang baru satu musim bermain di Liga Indonesia itu akhirnya resmi jadi milik PERSIB setelah kontraknya habis. Djibril akan menjadi duet Sergio Van Dijk. Uniknya, kedua striker tersebut musim lalu sama-sama melesakkan 21 gol.
Dengan bergabungnya Djibril, PERSIB akan menjadi kian diperhitungkan untuk bersaing meraih gelar juara musim depan. Ya, dengan syarat rajin mencetak gol dan meraih kemenangan. Semoga
 

Oleh: Huyogo Simbolon
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, PERSIB rajin berburu pemain. Hasilnya ternyata lumayan. Pelatih Djadjang Nurdjaman mendapatkan sejumlah pemain yang diincarnya untuk melengkapi skuatnya musim depan.
Para pemain baru tersebut diantaranya Tantan (Sriwijaya FC), Ahmad Jufrianto (Sriwijaya FC), Ferdinand Sinaga (Persisam Samarinda), M. Taufiq (Persebaya 1927) dan M. Natshir (Arema Indonesia). Sedangkan di jajaran pemain asing ada Makan Konate dan Djibril Coulibaly (Barito Putra).
Selain masuknya 7 pemain tersebut, Djadjang masih memiliki 2 nama lagi yang akan membela tim yang berdiri sejak 1933 ini. Namun, kedua pemain tersebut tidak akan dibahas dulu karena masih menyangkut publikasi tim.
Lalu bagaimana para pemain anyar tersebut nantinya dalam memadukan kekompakan dengan wajah-wajah lama di PERSIB? Redaksi persib.co.id akan menghadirkan rangkaian perjalanan mereka hingga peluangnya di musim depan

PERSIB OFFICIAL


Learn more »

TANTAN UNTUK PERSIB



Tipe stiker seperti Tantan ini bahkan sangat cocok untuk merusak konsentrasi lawan, sebab pergerakannya pun sangat sulit ditebak. . Dia orangnya mau kerja keras, dan punya potensi untuk berkembang lebih baik lagi,"

Biodata
Nama : Tantan
Lahir  : Bandung, 6 Agustus 1982
Istri    : Lina Marlina
Anak  : Dzalikha Septialita

Karir
-SSB Elput Persib Bandung
-SSB Putra Lembang
-Persilat 2000/2002
-Persikab Bandung 2002/2008
-Persibo (pinjaman) 2003
-Persitara 2009-2011
-Sriwijaya FC 2013







Nama TANTAN
Tempat/Tanggal Lahir / 06-08-1982
Tinggi 168
Berat 63
Posisi Forward
Negara Indonesia
Klub SRIWIJAYA FC
No Punggung 10
Nama Punggung TANTAN

STATISTIK PEMAIN


HISTORY KLUB

TAHUN KLUB

SRIWIJAYA FC

Tantan Kian Dekat Bergabung ke PERSIB

 

Tantan kian dekat bergabung ke PERSIB. © persib.co.id
PERSIB hampir dipastikan akan diperkuat striker Tantan pada musim depan. Informasi tersebut selain telah diutarakan oleh pelatih kepala PERSIB, Djadjang Nurdjaman, juga diungkapkan oleh pemain yang musim lalu menorehkan 9 gol saat membela Sriwijaya FC itu.

"Insya Allah iya. Kalau persentase sepertinya tinggal selangkah lagi," ujar Tantan, Sabtu (5/10).

Selain itu, pemain asal Lembang ini mengaku, dirinya telah bertemu dengan pelatih serta manjemen PERSIB dan telah membicarakan mengenai masa depannya untuk berkostum Maung Bandung.

"Sudah bertemu dengan semuanya. Sekarang posisi saya di Lembang dan sedang menunggu kabar selanjutnya," tuturnya.

Tantan pun bertekad, jika nanti telah resmi berkostum PERSIB, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin mengelurakan seluruh kemampuannya, untuk mengangkat prestasi PERSIB di musim mendatang.

"Pastinya saya akan memberikan yang terbaik untuk PERSIB, agar meraih prestasi lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, pria yang lahir 31 tahun silam ini, saat membela Sriwijaya di musim ISL 2012-2013 telah bermain sebanyak 2640 menit dari 32 laga dan telah menorehkan 9 gol. **

 http://www.persib.co.id/berita-persib-bandung/berita-harian/4425-tantan-kian-dekat-bergabung-ke-persib
Learn more »

Kenangan in SJH

Learn more »

JUM'AT 18 MARET 2011

Pukul 16.00 ------
Go to Jalak Harupat.......

Selama perjalanan antara JL.KOP0 - SOREANG.. masyarakat antusias menyambut konvoi para supporter PERSIB...hingga sampai JALAK HARUPAT.....sungguh pemandangan yang membuat suasana terharu....

19.30 .....

Perjalanan pulang pun masyarakat menyambut konvoi supporter Persib dengan jumlah lebih banyak.....dalam hati ini berbicara...padahal tadi Persib belum beruntung tetapi dukungan masyarakat LUAR BIASA SEKALI...

CAPE jadi hilang.....pusing jadi hilang......

MASYARAKAT MEMANG SANGAT MENCINTAI PERSIB....
Learn more »